Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, Rabu (2/6), menyatakan
permintaan maaf kepada Kesultanan Sambas. Pernyataan maaf itu tertuang
dalam surat resmi yang ditujukan kepada Raden Dewi Kencana, Ratu
Keraton Sambas. "Penyampaian permohonan maaf ditujukan kepada pewaris Kesultanan
Sambas dan masyarakat Melayu pada umumnya," ujar Zulfydar Zaidar
Mochtar, penerima mandat Kesultanan Sambas, di Singkawang, Rabu.
Zulfidar menjelaskan, permohonan maaf tersebut terkait kutipan
dalam makalah Hasan Karman yang dirilis pada 26 Agustus 2008 pada acara
bedah buku Fiqh Melayu.
Dalam makalah yang berjudul Sekilas Melayu: Asal Usul dan
Sejarahnya, Hasan Karman mengutip kalimat "Kerajaan Sambas menjadi
besar tidak hanya dari perdagangan. Namun, perompakan di sepanjang
pesisir pantai."
Kutipan tersebut menyulut reaksi dari berbagai elemen masyarakat
di Sambas dan Singkawang, karena dianggap melecehkan masyarakat Melayu.
Pada Minggu (30/5) malam lalu, Hasan Karman juga menyampaikan permintaan maaf bila ada masyarakat yang tidak nyaman.
"Kalau misalnya ada pelintiran isi dari makalah itu menyebabkan
ada yang tidak nyaman, kepada orang-orang tersebut saya minta maaf.
Tapi, bukan karena saya dituduh mengatakan Melayu perampok. Karena itu
kutipan," katanya ketika itu.
Hasan Karman yang dihubungi Tribun, Rabu malam, mengenai
pernyataan maafnya ke Kesultanan Sambas, menyatakan dirinya belum bisa
berkomentar banyak.
"Mengenai hasil pembicaraan dengan utusan Kesultanan Sambas, telah diserahkan ke utusan tersebut untuk menjelaskannya," ujarnya.
Zulfidar menjelaskan, sesuai hasil pertemuan, Wali Kota Hasan
Karman akan bersilaturahmi ke Istana Sambas sesuai jadwal yang
ditentukan.
Surat dari Hasan Karman akan disampaikan kepada Raden Dewi Kencana
pada Kamis (3/6) ini. Kemudian, Ratu Kencana akan melaporkan ke Majelis
Kesultanan Sambas pada Sabtu (5/6).
Zulfidar mengatakan, berkenan dengan prosesi melangkah adat, itu
akan dibahas tata cara mekanismenya nanti. "Kami tidak punya hak untuk
membatasi upaya yang dilakukan kelompok lain. Bagi kami, cukup dipenuhi
melalui tingkat majelis," katanya.
http://www.tribunpontianak.co.id/read/artikel/11697/hasan-karman-minta-maaf-ke-keraton-sambas