Cabang olahraga sepakbola Kota Singkawang tidak ikut serta dalam pekan
olahraga provinsi Kalbar 24-31 Juli 2010 di Pontianak. “Setelah tiga
kali kita gelar pertemuan dengan pengurus-pengurus cabor , ternyata
pengurus cabor sepakbola tidak siap. Kita tidak mengirim sepakbola (ikut
porprov),” kata Ketua KONI Singkawang Tasman kepada Pontianak Post
kemarin (15/7). Dia menjelaskan, ketidaksiapan dan ketidakikutsertaan
cabor sepakbola di Porprov Kalbar tentunya menjadi catatan dari ketua
dan pengurus KONI Singkawang, untuk ke depan.
“Karena mengurus olahraga itu harus benar-benar orang gila, dalam arti
gila olahraga. Tentu harus cari figur yang mau dan mampu. Kalau hanya
mau tapi tidak mampu, susah juga,” kata Anggota DPRD Kota Singkawang
ini. Tasman menegaskan, pada porprov Kalbar ini Kota Singkawang
mengikuti 23 cabang, minus sepakbola. Dari beberapa cabang itu, tenis,
catur, volley ball, berangkat terlebih dahulu, karena jadwal
pertandingannya mendahului pembukaan. Sementara kontingen cabor lainnya,
akan dilepas, hari ini, Jum’at (16/7) di Mess Daerah.
“Mulai besok
(hari ini) sudah ada yang diberangkatkan,” katanya. Kota Singkawang
memasang target seperti penyelenggaraan porprov sebelumnya. Saat itu,
menurut Tasman, Kota Singkawang berada di posisi kelima dari 14
kabupaten kota se-Kalbar.
“Mudah-mudahan bisa lebih bagus,” imbuhnya.
Beberapa cabang andalan diharapkan dapat mendulang prestasi. Kata
Tasman, cabor itu antara lain, basket putra-putri, tenis meja, panahan,
gulat, cabang panjat tebing, atletik, balap motor serta silat.
“Mudah-mudahan dan tidak menutup kemungkinan cabang lain buat kejutan,”
tegasnya. Dia menegaskan, KONI hanya memasilitasi dan semua kembali
kepada pengcab masing-masing. Menurut dia, sebagian besar pengcab terus
melakukan pembibitan untuk para atlet. “Buktinya kita punya atlet yang
potensial,” terangnya.
Apresiasi
Tasman mengapresiasi pernyataan Wakil Wali Kota Singkawang H. Edy R
Yacoub yang berencana membentuk kelembagaan tersendiri bagi pemuda dan
olahraga yang kini masih bergabung dengan Disbudparpora Singkawang.
Sehingga bisa lebih fokus.
“Saya mengapresiasi pernyataan Wakil Wali
Kota Singkawang Memang itu sudah sejak lama bahkan saat saya masih
menjabat Kepala Dinas Pendidikan Singkawang sudah ada wacananya,”
katanya. Ia menyebutkan, UU nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem
Keolahragaan Nasional (SKN) mengamanahkan setiap kabupaten kota itu
wajib untuk pembinaan olahraga.
“Jangan hanya melihat olahraga tidak
berprestasi. Tapi, bagaimana mewadahi pemuda melakukan aktivitas positif
sehingga tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Pemuda itu sifatnya
dinamis, dan mengejar tantangan,” kata Tasman. Dia mengatakan, ingin
membentuk lembaga atau apapun namanya untuk pemuda dan olahraga bukanlah
masalah. “Tapi lembaganya harus jelas. Sehingga penangannya akan lebih
fokus. KONI siap bekerjasama,” tuntasnya. (ody)
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=36412