| Ubah Danau Peti Jadi Tempat Wisata |
|
Bekas lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Wonosari, Kelurahan
Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, berubah menjadi tempat wisata.
Tempat yang biasa disebut Danau Biru Wonosari itu, biasanya banyak
masyarakat yang mandi, sambil berwisata di kolam yang ada. Yang menjadi
pertanyaan Uray Albert, Ketua LSM Publik Singkawang yang konsen pada
masalah lingkungan, apakah itu aman dan tidak berbahaya, karena
aktivitas PETI menggunakan merkuri?
“Masalah Danau Biru Wonosari, apakah aman untuk wisata alam? Apakah
tidak tercemar merkuri?,” kata Albert kepada Pontianak Post, Minggu
(25/7). Dia mendesak, Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH)
Singkawang untuk segera melakukan penelitian terkait soal merkuri di
sana. Dan juga, kata dia, Dinkes dan BLH, harus mengambil sampel air di
Danau Biru, serta melakukan pengecekan kadar ambang batas merkurinya.
“Ini merupakan tindakan preventif yang harus dilakukan. Pemerintah harus
memberikan solusi. Karena ini juga demi keselamatan nyawa manusia,”
pintanya. Albert menyarankan, bila perlu di lokasi Danau Biru Wonosari
itu, dicegah menjadi tempat mandi masyarakat. “Bila perlu pasang plang
berbahaya, atau dilarang mandi di Danau Biru tersebut,” ungkapnya. Dia
menjelaskan, Pemkot Singkawang harus mengantisipasi bahaya dari dampak
merkuri bekas lokasi PETI. Karena, tegasnya potensi itu memberikan
dampak sistemik. Seperti radang paru-paru, iritasi kulit, serta radang
otak.
“Karena merkuri merupakan zat yang mudah cair dan menguap, lalu
dihirup masyarakat, dan pelajar SMP 13 Singkawang,” katanya. Kepala BLH
Singkawang Ramzi Nurdin mengatakan, bahwa untuk memastikannya, harus
melakukan penelitian terlebih dahulu. Menurut dia, kadar air di sana,
memang harus diperiksa.
“Kalau airnya hijau itu biasanya karena ganggang. Kami juga mendapat
informasi, kalau airnya berwarna biru. Apakah memang benar-benar biru,
atau ketika dari jauh saja warnanya biru sementara kalau dicedok pakai
gayung airnya jernih? Atau karena dasarnya yang membuat air menjadi
biru? Dan apakah karena langit biru menyebabkan pantulan sehingga airnya
juga biru? Untuk itu kami harus melakukan penelitian terlebih dahulu,”
kata Ramzi kemarin. Dia menjelaskan, bahwa secara teoritis merkuri tidak
akan mengubah warna air.
“Boleh jadi di dasar sungai itu akibat dari
macam-macam proses, atau justru airnya yang berwarna biru. Nanti kita
juga akan carikan literature apakah menyebabkan gatal-gatal, apakah
nanti disitu ada reaksi langsung molekul atau kulit berubah. Itu mau
diteliti semua,” ungkap Ramzi. Pada intinya, kata dia, pihaknya akan
segera melakukan penelitian di Danau Biru Wonosari. (ody)
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=36813
|
|
Posted on Monday, July 26 @ 18:32:48 CDT by admin |
|
|
|
|
| |
|